Kamis, 05 April 2012

Andre-Marie Ampere


Andre-Marie Ampere adalah ahli fisika dan matematika Prancis, bapak elektro dinamika, penemu elektromagnet (magnet listrik ), penemu hukum elektromagnet atau hukum Ampere, penemu jarum astatik; guru besar fisika, kimia, dan matematika; anggota akademi sain(1814) , pemikir, dan pengarang buku. Bukunya berjudul Bunga Rampai Pengamatan Elektodinamika (1822), Teori Fenomen Elektrodinamika (1826). Keduanya dalam bahasa Perancis.

Ampere lahir di Lyon, Prancis, pada tanggal 20 Januari 1775 dan meninggal di Marseille, Prancis, pada tanggal 10 Juni 1836 pada umur 61 tahun. Pada batu nisan tertulis Tandem felix duan kata latin yang artinya Akhirnya Bahagia karena hampir seluruh hidupnya ia menderita batin.

Ampere tidak pernah duduk di bangku sekolah. Ia dididik dan diajar ayahnya di rumah. Ayahnya seorang pedagang sutera yang kaya-raya dan pejabat pemerintah yang mendukung raja. Pada umur 12 tahun Ampere telah menguasai semua hal tentang matematika yang dikenal orang di pada zaman itu. Pada umur 14 tahun Ampere jadi remaja yang cerdas dan berpengetahuan luas.

               
Pada tahun 1793, ketika Ampere berumur 18 tahun, terjadi pertempuran di kota Lyon. Pendukung raja bertempur melawan pendukung republik. Pendukung raja kalah. Ayah Ampere ditangkap dan dipenggal kepalanya dengan pisau gilotin.

Ampere menikah pada umur 24 tahun. Ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Tapi ketika anak itu baru berumur  4 tahun, istri Ampere meniggal dunia. Bagi Ampere, kematian istrinya merupakan pukulan hidup yang sangat berat. Sejak itu ia jadi orang yang murung dan hampir putus asa seandainya tidak bertemu dengan Lalande, ahli musik Perancis yang kenamaan, yang selalu menghibur Ampere. Sebelumnya hidup Ampere boleh dikatakan bahagia, serba kecukupan, dan terhormat. Karena kecerdasannya ia diangkat jadi guru besar fisika di Bourg selama dua tahun  (1801-1803). Setelah istrinya meninngal ia pindah ke Ecole Polytechnique di Paris dan mengajar disana sampai akhir hidupnya.

Pada tahun 1820 Oersted, ahli fisika Denmark, menemukan bahwa jarum kompas beranjak bila ditaruh di dekat kawat (penghantar, konduktor) yang berarus listrik. Ampere sadar betapa penemuan Oersted itu. Ia segera mengadakan eksperimen. Dari eskperimennya ia menemukan bahwa kumparan bersifat sebagai magnet batang, bahwa besi lunak dalam kumparan berubah jadi magnet dan kumparan yang berisi batang besi lunak jadi magnet yang kuat, bahwa dua penghantar yang berdekatan yang beraliran arus listrik saling mengeluarkan gaya . akhirnya Ampere menemukan hukum matematika untuk menghitung gaya tersebut. Hukum ini kemudian terkenal dengan nama hukum elektrodinamika, yang menjadi dasar teori elektromagnet ciptaan Maxwell (1865)
 
Ampere membuat alat untuk mengukur arus listrik, yang kemudian berkembang jadi galvanometer. Ia menyarankan telegraf elektromagnet 26 kabel dan komutator (saklar putar). Komutator ini pertama kali dipakai pada generator listrik Pixii (1832). Ampere juga memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan dalam bidang statistik, kimia, kristalografi, mekanika, dan optika.

0 komentar:

Poskan Komentar